Senin, 07 Maret 2011

keliling Dunia tanpa modal

Jarum jam menunjuk pukul 23.00 Kamis lalu (4/3). Jalanan di Jakarta sudah senyap. Seorang pria kulit putih berjenggot lebat tampak sedang berkonsentrasi menghadap layar komputer jinjing di sebuah rumah di bilangan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Beberapa kali pria itu membenahi sarung yang melingkar di pinggangnya. Dahinya mengernyit sembari mengetik deretan kalimat dalam bahasa Rusia. Dialah Anton Krotov, salah seorang pencetus metode perjalanan ekstrem berkeliling dunia tanpa modal.

Anton Krotov Anton Krotov saat berada di Papua berpose bersama pelajar SMU setempat

Malam itu adalah hari terakhir dia tinggal di Jakarta. Beberapa minggu sebelumnya, dia sempat tinggal di Aceh sebelum mampir dua malam di Jakarta. Dalam kunjungan keempatnya ke Indonesia kali ini, Anton berencana menyusur Pulau Jawa dengan kereta dan transit di Solo, Jawa Tengah, serta Kota Malang, Jawa Timur.

Minggu depan, dia segera melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini. “Dalam setahun, sembilan bulan saya habiskan berkelana di jalanan dan berkeliling dunia. Tiga bulan sisanya saya pulang ke Moskow atau menetap di satu negara,” ujar Anton dalam bahasa Inggris berlogat Rusia. Jawa Pos berhasil menemuinya malam itu atas bantuan Duta Besar Backpacker Indonesia Nancy Margaretha.

Anton KrotovAnton Krotov bersama para warga di Papua

Anton mencatat, dirinya telah berkelana ala hitchhiking atau menumpang gratis kendaraan darat sekitar 700 ribu kilometer. Mantan wartawan itu pun telah memublikasikan informasi perjalanan dan ragam tip dalam situs berbahasa Rusia www.avp.travel.ru. Dia juga telah menerbitkan 37 judul buku yang sebagian telah diterjemahkan dari bahasa Rusia ke beragam bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Anton sukses menjual sekitar 200 ribu kopi berbagai judul buku perjalanan tersebut. Yang paling diminati adalah buku saku berjudul Practice of Free Travels or Free Travel in Practice. Buku itu memuat cara-cara berkeliling dunia dan bertahan hidup di medan-medan sulit, termasuk teknik berkelana tanpa modal.

Anton memulai hobi berkelana ekstrem pada 1991 ketika berusia 15 tahun. Saat itu, dia menyisir daratan Uni Soviet yang luasnya 2/3 seluruh daratan bumi. Padahal luas resmi negara yang kini bernama Rusia itu tercatat 17.075.400 kilometer persegi atau sembilan kali luas Indonesia.

Ketika itu, dia hanya membawa satu koin 60 sen dan menjelajahi bekunya suhu Rusia selama dua bulan. Perjalanan ditempuh dengan numpang semua jenis moda transportasi, mulai mobil pribadi, truk barang, sampai helikopter. Sukses menaklukkan 86 di antara total 89 provinsi di Rusia yang dinilai merupakan medan terberat di muka bumi membuat dirinya ketagihan. Anton pun mulai intensif menjejakkan kaki di benua-benua lain dan berkelana. Hingga saat ini, dia telah berkunjung ke 49 negara.

Anton KrotovAnton Krotov saat berada di Mesir

Ciri khas Anton adalah gemar mengunjungi negara yang dimusuhi Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Terutama yang dicap negara konflik, negara teroris, negara endemi penyakit, atau negara miskin. Dengan begitu, dia bisa memberitakan kepada dunia tentang fakta-fakta riil di kawasan tersebut melalui buku serta situsnya.

“Kesimpulan saya, tidak ada manusia jahat. Saya pergi ke Somalia, Angola, Sudan, Madagaskar, Afghanistan, Pakistan, Tajikistan, Indonesia, serta negara-negara lain, mereka semua ramah kepada saya,” ujarnya. Menurut pria yang 10 tahun silam memeluk Islam itu, di negara-negara konflik justru banyak tersembunyi tempat eksotis. Spot wisata tersebut terkubur kesan angker yang diembuskan negara-negara Eropa dan AS. Melalui buku dan tulisannya, Anton membuka tabir dan mengoreksi travel warning. Tulisannya mendalam dan objektif karena rata-rata dua hingga empat kali dia mengunjungi negara yang sama dalam kurun waktu berbeda sejak 20 tahun terakhir.

Dalam satu dekade belakangan, kata dia, kesan orisinalitas bangsa dunia telah luntur. Dampak globalisasi dan modernisasi telah menyentuh pedalaman Afrika, Timur Tengah, serta Asia. Afghanistan dan Pakistan, misalnya, bukan lagi negara Islam layaknya 10 tahun silam. Warga di sana, lanjut Anton, sangat materialistis setelah listrik, internet, dan telepon seluler menjamur. Semakin banyak yang mahir berbahasa Inggris dan kerap menaikkan harga jika bertemu turis kulit putih. “Sedikit-sedikit dollar Mister, dollar Mister… Mereka kini menyembah uang,” ungkapnya lantas tersenyum kecut.

Ironisnya, di negara-negara Islam itu mulai banyak berdiri kafe, supermarket, dan bar. Penduduk kini bisa mengonsumsi bir secara bebas menirukan budaya Barat. Di Tajikistan Timur misalnya, pada 1999″2001, siapa saja bisa masuk tanpa visa. Turis cukup membayar dengan tembakau atau beberapa belas dolar saja.

PhotobucketAnton Krotov tak jarang tidur di pinggiran jalan untuk istirahat saat hicking

Negara yang sulit dijelajahi backpacker, kata Anton, adalah Tiongkok. Sebab, sangat sedikit warganya yang pandai berbahasa asing. Untuk memudahkan berkomunikasi ketika berada di negara itu, dia merancang metode khusus dengan kartu kata. Dia mencetak 50 kata penting dalam kartu bolak-balik. Satu sisi bertulisan bahasa Mandarin dan sisi lain bahasa Rusia. Jika menginginkan sesuatu, dia tinggal menunjukkan kartu kata tersebut kepada warga lokal.

Tip simpel lain, mereka yang ingin berkeliling dunia setidaknya harus mempelajari 200 kata dalam bahasa lokal di tiap negara yang akan dikunjungi. Kata-kata itu sebaiknya berkaitan dengan kebutuhan primer seperti makan, sandang, dan tempat berteduh. Namun, Anton lebih suka menghafal satu kalimat manjur. Apa itu” “Saya tidak punya uang,” ujarnya lantas tertawa.

Tip-tip itu juga disusun dalam materi kurikulum dan diajarkan kepada sesama backpacker melalui lembaga pendidikan informal, yakni Academy of Free Travel. Anton menjabat presiden di lembaga yang kursusnya dilangsungkan berpindah-pindah di berbagai negara itu. Untuk keperluan tersebut, setahun sekali dia menetap selama sebulan dan menyewa rumah di sebuah negara. Di sana, Anton mengundang murid-muridnya dari berbagai negara untuk datang dan berbagi ilmu. Setelah kursus selesai, mereka pun menyebar kembali berkelana membelah penjuru globe.

Menjelang wawancara berakhir, Anton sempat meminta peta dunia buatan Indonesia dan sebuah pena. Sembari ngobrol, dia menunjukkan bahwa peta cetakan lokal itu memiliki banyak kesalahan. Misalnya, sejumlah perbatasan negara yang tidak sesuai di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Ada juga pulau-pulau milik Rusia yang dimasukkan ke wilayah Jepang. Dia juga menggambar jaringan jalan baru yang diketahuinya dalam perjalanan. Sebab, bagi pengelana seperti dirinya, pengetahuan peta dan kompas merupakan hal nomor satu yang wajib dimiliki.

Selain memperbaiki peta, Anton memiliki kebiasaan lain, yakni selalu menelepon orang tuanya sebelum tidur dengan fasilitas telepon internet. Itu dilakukan untuk menghormati ayah dan ibunya. Selain itu, agar keselamatan selalu diberikan Allah SWT. “Yang saya pelajari sebagai orang Islam, jika saya salat dan tidak minum alkohol, di mana pun berada, saya akan dibantu dan disayangi orang asing,” katanya.

Sepanjang 2012, jadwal Anton sudah padat. Dia akan mengunjungi Damaskus (Syria), Krasnoyarks (Rusia), Kunming (Tiongkok), dan mengadakan kelas Academy of Free Travel di Guatemala. Pada 2013, kelas akan berpindah ke Madagaskar. Dia berjanji membawa berita-berita baik ke negara-negara itu dan berharap bisa membawa pesan damai Islam di mana pun berada.

Sperma google buat wanita Hamil


Ann Spalding sangat mendambakan keturunan dari rahimnya. Sayang, ia belum menemukan pendamping hidup yang tepat. Ia pun memutar otak agar bisa hamil, tanpa harus mengeluarkan biaya inseminasi dari donor bank sperma yang mencapai £3.000 atau Rp43 juta. Dengan niat hamil yang menggebu, ia lalu membuat iklan online untuk mencari pria yang bersedia menjadi pendonor sperma. “Saya merindukan bayi tapi tidak ingin menunggu pria yang tepat, jadi saya pakai Google mencari donor sperma,” kata Ann seperti dikutip dari The Sun.

Ann Spalding, akhirnya hamil berkat sperma dari Google

Ann Spalding, akhirnya hamil berkat sperma dari Google, Kanan Adalah Ann dan Holy Putri hasil Googling tersebut

Dari pencarian di Google, ia menemukan sejumlah komunitas yang mempertemukan pendonor dan pencari sperma. Dalam sejumlah iklannya, ia memperkenalkan diri sebagai seorang wanita lajang yang membutuhkan donor sperma agar bisa hamil sebelum menginjak usia 30 tahun. “Saya tidak pakai foto,” ujar wanita asal Inggris ini.

Hanya beberapa hari beriklan, ia menerima lima tawaran pendonor sperma lengkap dengan identitas dan foto. Namun, dua di antaranya menginginkan hubungan badan sebagai imbalan. Dari tiga yang tersisa, Ann lalu memilih satu, seorang teknisi komputer usia 30 tahun, bernama Jason.

Pria itu kemudian menunjukan dokumen dari sebuah klinik yang membuktikan kalau dirinya telah melakukan tes bebas penyakit menular seksual dan penyakit lainnya. “Dia terlihat yang paling sopan,” ujar Ann. “Ia pernah menyumbangkan sperma sebelumnya karena ingin membantu wanita memiliki bayi.”

Ann kemudian mengatur pertemuan dengan pria itu di hotel. Sesaat setelah pertemuan, sang pria segera ke kamar mandi untuk memasukkan sperma ke sebuah wadah khusus. Setelah pria pergi, Ann yang sedang berada di masa subur segera menyuntikkannya ke dalam rahimnya.

Namun, cara itu gagal. Ann tak kunjung hamil pada bulan berikutnya. Mendengar keluhan Ann, pria itu bersedia mengatur pertemuan kedua. Ann yang mulai melihat ketulusan Jason akhirnya memutuskan melakukan inseminasi alami. Ia bersedia berhubungan badan sekali untuk memasukkan sperma.

Cara kedua ternyata berhasil. Ann hamil. “Saya sangat bahagia bisa berhasil. Saya tidak tahu apakah itu karena berhubungan dengan seks alami yang membuat semuanya berbeda.” ujarnya. Ann lalu mengirimkan email kepada Jason untuk memberitahu kabar baik itu. Ia juga berjanji memberi tahu Jason ketika melahirkan nanti. “Tapi, saya ingin Jason menandatangani kontrak yang menyatakan ia tidak punya hak atas Holly,” kata Ann yang berniat menamai buah hatinya Holly.

Ann sebenarnya sudah memiliki satu anak bernama Keirra, hasil pernikahannya dengan seorang pria. Namun, pernikahan kandas saat usia kandungan Keirra masih dua bulan. “Saat ini saya benar-benar menikmati menjadi seorang ibu. Saya harus melihat Holly untuk memastikan bahwa saya tidak pernah menyesal melakukan ini.”

30 Tahun tidak pernah melihat wajah istri

http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/02/wanita-bercadar.jpg


Pernikahan itu terjalin selama tiga dekade. Anehnya, sang suami sama sekali belum pernah melihat wajah istrinya. Hanya mata yang bisa dipandang selama hidup bersama.

Sepanjang hidupnya, sang istri selalu mengenakan burka, busana tertutup bagi wanita muslim yang hanya memperlihatkan area mata. Bahkan, tidur pun mengenakan busana itu.

Selama 30 tahun menjalani pernikahan tanpa melihat wajah istri ternyata tak mengubur rasa penasaran sang suami. Diam-diam, pria ini nekat menyingkap cadar di wajah istrinya yang tengah lelap tertidur.

Hanya, jawaban atas rasa penasarannya itu harus dibayar 'mahal' dengan gugatan cerai sang istri, 2008 silam. Sang istri yang sudah berusia 50-an tahun merasa dikhianati. Ia bulat menghendaki perceraian, meski suami sudah berulang kali meminta maaf dan berjanji tak mengulangi perbuatannya.

"Setelah sekian tahun, dia (suami) mencoba melanggar komitmen, ini sudah kesalahan besar," kata sang istri kepada koran setempat, Al-Riyadh, seperti dikutip dari laman Daily Mail.


http://pibillwarner.files.wordpress.com/2010/09/burqadebate.jpg?w=640&h=420


Apa yang dilakukan wanita itu merupakan bentuk kepatuhan terhadap tradisi yang tumbuh subur di kampungnya, tak jauh dari Khamis Mushayt, wilayah barat daya Arab Saudi. Bukan ajaran Islam, namun tradisi ini tumbuh subur di sejumlah kawasan terpencil di beberapa negara Teluk.

Itu pun bukan satu-satunya kasus. Seorang pria bernama Ali al-Qahtani juga menerima ancaman cerai ketika mencoba membuka cadar istrinya setelah 10 tahun pernikahan. Beruntung ia dimaafkan setelah berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.

Sementara Hassan Al-Atibi mengancam akan menikah lagi jika istrinya tak bersedia membuka cadar. Bukannya terancam, sang istri malah mencarikan wanita yang tak menganut tradisi itu untuk dijadikan istri kedua. Merelakan suaminya poligami agaknya lebih baik daripada menunjukkan wajahnya ke suami.


http://www.muslimdaily.net/berita/wanita_bercadar.jpg


Om Rabea al-Gahdaray, 70, salah satu wanita yang menjalani tradisi ini mengatakan bahwa suami tidak boleh melanggar komitmen yang telah disepakati sebelum pernikahan. Suami tak boleh mengubah tradisi yang telah terbangun sejak zaman lelulur mereka.

Saat ditanya bagaimana bisa memiliki anak tanpa mengizinkan suami melihat wajah dan tubuhnya, al-Gahdaray menjawab, "Pernikahan itu tentang cinta, bukan wajah." (umi)

hati-hati WARNET yang punya key logger

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhILWpNGkQJiMcCdRT6E386cLLSYFE9dGo5AlfETfCjH2k3Rzz3jjaTtNvCAprVtqsjM5y2nAkNYpPYYivPnqbnBXY8SuhTvi4KztGx_zplW0cm7qX09AOzbwDSvkXsKczlDnP3u6qyoIY/s692/Mendapatkan-Password-Facebook-Yang-Kena-Hack.bmp.jpg



Hanya mengingatkan saja gan, keamanan berinternet di warnet di kota kita tercinta ini kok sepertinya sekarang semakin rawan saja. Semenjak ada chip poker, facebook, ibanking dsb.. semakin banyak orang2 yang mencuri dan mencari kesempatan di atas penderitaan orang lain.

http://downloadsoftwarestore.com/software_images/42/06/00130642/Ultimate_Keylogger-screenshot.gif



Baru2 ini saya sendiri juga pernah mengalami. Password email gmail dan klikbca saya kebobolan. Tapi untungnya semuanya bisa kembali gan.


Saran saya gunakan software anti keylogger untuk keamanan berinternet Anda, dimanapun Anda berada

Jangan pergunakan virtual keyboard di windows ataupun metode copy paste notepad untuk menangkal keylogger, karena masih tetap terbaca di software keylogger. Keylogger jaman sekarang semakin canggih.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkK29DvNBNVYocEXkcSoxxEKrFdTTnpkH7np44yWLPQf-3ajWgD6WbcSqPaSchnpNhhUbg8Y5ZgqS33BRJ3vmiDXcY142_cC41kGTFogxs4se-yo77hBUoy5vi3BiVNEeMC4-PS2WEAKvZ/s1600/anti-keylogger-shield.jpg

Sabtu, 05 Maret 2011

7 Penyebab Orang lama KULIAH

http://amisca.chem.itb.ac.id/wp-content/uploads/2008/03/2.jpg

1. Kuliah karena terpaksa
Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

2. Salah jurusan
Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.

http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/mahasiswa.jpg

3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu
Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas
Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.

5. Menekuni hobi secara berlebihan
Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.



6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)
Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus??? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus
Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur???? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.
Next Prev Home
 

Copyright © 2009-2013 TRICK ONLINE™ | Designed By Muh. Firhan Haeruddin

Follow @trick_online